Sabtu, 10 Januari 2015

PRESIDEN AMERIKA SERIKAT KEDUA “JOHN ADAMS” ( 1735 – 1826 )



JOHN ASAMS 1735 – 1826


“kemerdekaan tidak dapat dipertahankan
tanpa adanya               pengetahuan
menyeluruh di kalangan rakyat tentang hal itu.”



Disertasi
mengenai Pemerintahan dan UU Feodal, 1765



Diahirkan :
Di
Briantree, Massachusetts, 30 Oktober 1735
Pendidikan :
Lulusan Harvard 1755
Kawin :
Dengan Abigail Smith 1758
Karier :
-         
Ahli hukum 1758.
-         
Anggota Kongres Kontinental 1774-1778.
-         
Komisaris Negara buat Prancis tahun 1778.
-         
Menyusun Konstitusi Massachusetts tahun 1779.
-         
Sebagai Duta Besar untuk merundingkan perdamaian
dengan Inggris, 1779.
-         
Duta Besar untuk Belanda tahun 1780.
-         
Duta besar untuk Inggris tahun 1785.
-         
Wakil Presiden tahun 1789-1797
-         
Presiden tahun 1797-1801


Meninggal :
Di Quincy,
Massachusetts, pada 4 Juli 1826

Adalah lumrah bahwa John Adams, Wakil Presiden
dalam Pemerintahan Washington, menggantikan George Washington.  Karena dengan sikapnya yang suka bertengkar
tapi berani itu dia telah banyak menyumbangkan kepada Negara yang baru
itu.  Berbeda dengan Washington, John
Adams bukanlah pemimpin yang besar.  Dia
bukan merupakan pribadi yang bisa memerintah, tapi bukan pula pribadi yang
mempesonakan.  Dia adalah seorang ahli
hukum dan cendikiawan yang memberikan sumbangan-sumbangan terbesar sebelum
menjadi presiden.  Seorang dengan
integritas yang keras dan mampu menumpahkan perhatiannya kepada sesuatu
kepentingan dengan intensitas yang hebat. 
Dia mengutuk UU Materai tahun 1765, yang merupakan tindakan pertamanya
untuk menyokong cita-cita kemerdekaan, dan dalam Kongres Kontinental, ketika
koloni-koloni ragu menghadapi keputusan yang maha penting itu, dia dengan
berani berjuang untuk menerima Deklarasi 
Kemerdekaan.  Dia selanjutnya
memperkenalkan diri mewakili negerinya yang masih muda dengan kemuliaan dan
keberhasilan di hadapan Pengadilan Eropa yang terkemuka.

Pada tahun 1789 Adams adalah tokoh yang
dihormati tetapi bukan merupakan tokoh yang populer.  Untuk terpilih menggantikan Washington dia
hanya memperoleh 34 dari 69 suara yang mungkin. 
Dan selama delapan tahun dia terus menerus di bawah bayangan Washington
yang menonjol.  Sayang sekali  masa jabatannya berjalan sedikit kurang
baik.  Perjuangannya bersama Alexander
Hamilton dan anggota-anggota kabinetnya menimbulkan perjuangan kelompok dalam
Partai Federal dan Pemerintah.  Melalui
perdebatan sengit Adams tetap tinggal sebagai seorang Federalis,
memelihara  pemerintah pusat dengan kuat,
yang didirikan oleh Washington dan Hamilton. 
Ketika orang-orang Federalis meloloskan UU Anti Hasutan dan Orang Asing
dalam tahun1789, mereka menerima kekuasaan yang besar itu dengan kritik-kritik
terhadap pemerintah bahwa mereka menentang kemerdekaan individu yang sangat
penting.  Partai itu sudah erat sekali
bersekutu dengan kaum ningrat kolonial yang ada.  Melaksanakan ide pemerintahan yang kuat
begitu jauhnya.  Baik Adams maupun partai
kehilangan pamornya.  Dalam pemilihan
tahun 1800 Adams dikalahkan oleh Jefferson dan Partai Republik yang baru.  Selama pemerintahan John Adams penduduk
Amerika Serikat tahun 1797 berpenduduk —4,883,209 orang, dan tahun 1801
berkembang menjadi —5,485,528 orang.

Pustaka:
Vincent
Wilson Jr. 1982. “The Book Of The Presidents”
 “Presiden-Presiden Amerika Serikat”
Alih Bahasa
oleh Drs.
Abdullah Amry
Penerbit
Mutiara Jakarta – Cetakan kedua 1982

Sabtu, 10 Januari 2015 – 18:35 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar