Tampilkan postingan dengan label Kebersamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebersamaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2012

DELAPAN TAHUN MENGENANG TSUNAMI ACEH - Rabu, 26 Desember 2012 - Republika Online




Delapan Tahun Mengenang Tsunami Aceh
Tsunami Aceh

REPUBLIKA.CO.ID, Delapan tahun yang lalu, Aceh diguncang gempa besar. Gempa berkekuatan sekitar 9,3 skala richter terjadi sekitar pukul 07.58 pagi. Gempa ini mengakibatkan tsunami yang merenggut sekitar 126 ribu nyawa masyarakat Serami Mekah.

Kini, delapan tahun telah berlalu selepas tragedi bencana terburuk sepanjang Indonesia merdeka itu. Namun, suasana kesedihan masih sangat terasa ketika  komunitas Pemuda Aceh Jakarta Raya (Kompa Jaya) menggelar peringatan delapan tahun bencana gempa bumi dan tsunami.

"Peringatan delapan tahun tsunami kita lakukan pada Selasa kemarin di Asrama Foba Jakarta Selatan," kata ketua panitia pelaksana, Rahmat Musfikar di Jakarta, Rabu.

Dalam acara peringatan tersebut, para mahasiswa dan pemuda Aceh yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya menampilkan pertunjukkan seni dan muhasabah. Pertunjukan seni berupa musikalisasi puisi oleh seniman Aceh, Fikar W Eda serta penampilan musik dari grup Jroeh Aceh. Yang paling mengharukan, acara itu menampilkan testimoni para korban Tsunami.

Banyak dari peserta yang hadir siang itu harus menerima kenyataan kehilangan orang yang terkasihi. Ayah, ibu, kakak, bahkan bayi mereka hanyut diterjang tsunami besar. Namun, ketabahan tetap terpancar dari raut wajah para korban tsunami yang selamat.

Rahmat mengatakan, inti acara peringatan gempa dan tsunami tersebut sebagai momentum agar masyarakat Aceh bisa merenungkan dampak dari tsunami yang telah memberikan perubahan di segala lini kehidupan masyarakat. Sekalipun membawa perih, ada secercah makna setelah tsunami yakni perdamaian di bumi Rencong.

"Acara ini sebagai momentum bahwa janganlah menganggap tsunami itu hanya sebatas kenangan belaka. Sepatutnya adalah sebuah teguran atau peringatan yang harus diambil hikmahnya sehingga melahirkan perdamaian di Serambi Mekah," katanya.

Peringatan tersebut dihadiri oleh para tokoh, mahasiswa, para pemuda dan masyarakat Aceh yang ada di Jabodetabek dan Bandung.

Dia mengatakan, peringatan tersebut sekaligus sebagai ajang silaturrahmi masyarakat Aceh yang ada di perantauan agar lebih memberikan perhatian terhadap keberlangsungan perdamaian di Aceh.

Redaktur: Abdullah Sammy
Sumber: Antara

Rabu, 28 Desember 2011

Banser NU Amankan Natal Wujud Persaudaraan Sejati

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Putri Gus Dur, Alissa Wahid mengungkapkan, peran Banser NU dalam menjaga, mengamankan perayaan Natal, adalah cerminan sifat NU yang berlandaskan ahlussunnah wal jamaah. Pengamanan utama yang dilakukan, kata Alissa adalah oleh  aparat dalam perayaan Natal sebagai bentuk kewajiban negara.
"Nagara wajib menjamin pelaksanaan ibadah warga negaranya," ujarnya singkat dalam rilisnya, Jumat (23/12/2011).


Romo Benny Soesetyo kemudian menambahkan, bantuan keamanan oleh Banser NU  merupakan wujud persaudaraan sejati yang digelorakan Gus Dur sejak 1996. Romo Benny kemudian teringat Yanto, personel Banser, yang mengeluarkan bom pada malam Natal tahun 2000 dari sebuah gereja di Mojokerto. Atas peristiwa itu, Yanto  akhirnya tewas.
"Yanto adalah pahlawan kemanusiaan. Bantuan Banser pada perayaan Natal merupakan tradisi mulia yang menerobos kebekuan umat beragama selama ini. Hal yang sama juga dilakukan umat Kristiani di Indonesia Timur pada salat Idul Fitri.

Ini tradisi mulia, kerja sama yang dilakukan secara nyata ," ujar Romo Beni. (tribunnews/yat)