WARTA DARI GOOGLE

Loading...

Jumat, 23 Januari 2015

"JOHN TYLER" (1790-1862) PRESIDEN A.S. KESEPULUH



John Tyler Presiden A.S. Ke 10 (Foto: SP)
JOHN TYLER (1790 – 1862)
 “Semua lembaga yang di dalamnya kita berada. Saudara-saudara setanah air, menjamin masing-masing kita sebagai warga negara dapat melaksanakan dan menikmati seluruh hak kita.”
—Pidato Pelantikan tahun,1841.—
Dilahirkan :
Di Greenway, Virginia, 29 Maret  1790.
Pendidikan :
Lulusan William and Mary College, 1807.
Kawin :
Dengan Letitia Christia, 1813 (died 1842).
Karier :
    Ahli hukum, 1798.
    Delegasi Teritorial ke Kongres, 1809.
    Anggota Kongres, 1816 – 1821. 
    Anggota DPR Virginia, 1823 – 1825. 
    Senator A.S. , 1827 – 1836.
    Wakil Presiden, 4 Maret – 4 April  1841.
    Presiden, 1841 – 1845
    Anggota Kongres Konfederasi, 1861 - 1862
Meninggal :
Di Richmond, Virginia. 18 Januari 1862

KITA SEMUA WAYANG – Sabtu, 24 Januari 2015 – John Tyler, Asal Virginia, bertubuh jangkung.  Dia merupakan Wakil Presiden pertama yang menduduki Kepresidenan, untuk masa jabatan yang belum selesai.  Tetapi hampir pasti bahwa Partai Whigs tidak akan memilihnya sebagai calon presiden mereka, setelah tahu bahwa dia akan menduduki seluruh sisa masa jabatan Harrison.  Karena menjelang 1840, “Si Jujur John Tyler” mempemperlihatkan secara gambalang bahwa dia buka orang partai.  Selama bertahun-tahun hidup di Washington sebagai orang Demokrat, anggota Kongres, dan Senator, tetapi dia mengikuti sikap yang bebas.  Dia menentang kompromi Missiori, menentang tarif yang tinggi, dan menentang Jackson sendiri.  Semua itu akhirnya membawa dia ke luar sama sekali dari Partai Demokrat dalam tahun 1883.  Walaupun demikian, pandangannya mengenai hak-hak Negara Bagian, dan mengenai penyusunan Knstitusi, tidak pula sejalan dengan Partai Whigs.  Tetapi kenyataannya Partai Whigs mengangkatnya setelah Harrison wafat, dan partai tersebut harus hidup bersama dia sebagai Kepala Eksekutif.

Tidak mengherankan bahwa masa-masa Tyler di White House penuh dengan keributan.  Pendiriannya mengenai hak-hak Negara Bagian menyebabkannya memveto UU tentang Bank of the U.S.  akibatnya seluruh anggota Kabinetnya mengundurkan diri, kecuali Webter.   Selaku Menteri Luar Negeri, Webter waktu itu sedang sibuk terlibat dalam penyelesaikan sengketa perbatasan daerah Timur Laut dengan Inggris.  Selanjutnya Tyler menentang Whigs dalah hal penunjukan jabatan berdasarkan kedudukan separtai (spoil system).  Dia menolak mengganti beberapa Duta dari kalangan Demokrat yang bertugas di Luar Negeri.  Dalam masa jabatannya dia tak bisa bekerja sama secara harmonis dengan mayoritas Partai Whigs dalam Kongres, yang dipimpin oleh Henry Clay.  Tokoh Clay merupakan pemimpin sebenarnya dari partai itu.  Tetapi bagaimanapun juga mengenai penggabungan Texas menjadi daerah Amerika Serikat dilaksanakan pada masa akhir jabatan Tyler.  Dalam soal itu Partai Whigssepaham dengan Tyler.

Tetapi dalam pemilihan tahun 1844, Tyler terpilih lagi, melalui Konvensi Partai Demokrat yang tak teratur.  Tetapi Tyler menarik diri sebelum pemilihan.  Pada waktu partai-partai politik sedang tumbuh menjadi kekuatan dalam gelanggang politik nasional, John Tyler meninggalkan White House sebagai Presiden tanpa satu partai sekalipun.  Di era pemerintahan John Tyler penduduk Amerika Serikat tahun 1841 — 17,732,716 dan tahun 1845 — 20,181,683 jiwa.
   
Pustaka:
Vincent Wilson Jr. 1982. “The Book Of The Presidents”
“Presiden-Presiden Amerika Serikat”
Alih Bahasa oleh Drs. Abdullah Amry
Penerbit Mutiara Jakarta – Cetakan kedua 1982

sabtu, 17 Januari 2015 – 20:04 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor

Sabtu, 17 Januari 2015

“WILLIAM H. HARRISON” ( 1778 – 1841 ) PRESIDEN A.S. KESEMBILAN


WILLIAM H. HARRISON (1773 – 1841)

 “Satu-satunya hak yang sah untuk memerintah adalah adanya pernyataan pemberian kekuasaan yang diberikan oleh rakyat yang diperintah.”
—Pidato Pelantikan tahun,1841.—
Dilahirkan :
Di Berkeley, Virginia, 9 Pebuari  1773.
Pendidikan :
Lulusan Hampden – Sydney College, 1790.
Kawin :
Dengan Anna Symmes, 1795.
Karier :
    Sekretaris Teritorial Barat Laut, 1798.
    Delegasi Teritorial ke Kongres, 1799 – 1801.
    Gubernur Teritorial, 1801 – 1813. 
    Komandan Angkatan  Bersenjata Teritorial Barat Laut, 1811 – 1812. 
    Jendral Mayor dalam perang , 1812.
    Anggota Kongres Ohio,  1816 – 1819.
    Senator A.s. 1825 – 1828. 
    Presiden, 1841
Meninggal :
Di Washinton, D.C. 4 April 1841

KITA SEMUA WAYANG – Sabtu, 18 Januari 2015 – Dalam tahun 1840 kaum Whigs mempertaruhkan seorang yang paling tua yang pernah dicalonkan menjadi Presiden, William Harrison, usia 68 tahun.  Karena Harrison sempat hidup hanya sebulan setelah pelantikannya.  Dia adalah presiden pertama yang wafat dalam masa jabatannya.  Dia menduduki masa jabatan tersingkat di antara presiden-presiden sebelumnya.  Tetapi pemilihannya itu mengakhiri pemerintahan Jackson dan berkembangnya Parta Whigs dalamkekuasaan, meskipun John Tyler, Wakil Presiden yang menggantikan Harrison adalah seorang bekas Demokrat, dengan keyakinan agak condong ke Whigs.

Pemilihan tahun 1840 ditandai sebagai permulaan kampanye nasional secara sungguh-sungguh.  Sejak itu Partai Whigss tumbuh menjadi partai kedua.  Perkembangan yang membantu pelembagaan sistem kepartaian sebagai cara negeri itu memilih calon-calon.  Partai Whigs yang masih baru, dan pengorganisasian yang belum teratur, kecewa sekali karena kekalahan tahun 1836.  Mereka menanti hampir setahun sebelum pemilihan bagi konvensinya yang pertama.  Mereka meneruskan kampanye secara sungguh-sungguh mengenai segala hal.  Kecuali mengenai berita-berita seperti: pemerasan tentara Harrison terhada orang-orang Indian.  Lebih-lebih soal pertempuran Tippecanoe, dan penugasannya sebagai orang biasa dari “Daerah Barat”, Daerah Ohio dan Indiana yang menjadi tempat dia bertugas sebagai pemimpin sipil dan militer.  Poster-poster kampanye menggambarkan Harrison sebagai “Pahlawan Tippecanoe” atau “Petani dari Nort-Bend”, dengan tangan memegang bajak di depan gubuk kayu.  Slogan-slogan yang menarik seperti: “Tippecanoe dan Tyler juga”, bergema dalam rapat-rapat politik terbesar dan rapat raksasa yang pernah diadakan di Amerika.  Hal itu merupakan satu di antara ironi-ironi dunia politik di mana gubuk kayu berkembang menjadi simbol kampanye Harrison.  Tokoh yang dilahirkan di rumag bertiang putih, menjadi keluarga ningrat di Tidewater, Virginia.  Bapaknya, Benyamin Harrison merupakan salah seorang pendiri negara, anggota Kongres Kontinental dan turut menandatangani Declaration of Independece (Pernyataan Kemerdekaan).  Di era Pemerintahan Harrison yang teramat singkat itu penduduk A.S. tahun 1841 berjumlah 17,732,715 jiwa. 
Pustaka:
Vincent Wilson Jr. 1982. “The Book Of The Presidents”
“Presiden-Presiden Amerika Serikat”
Alih Bahasa oleh Drs. Abdullah Amry
Penerbit Mutiara Jakarta – Cetakan kedua 1982

sabtu, 17 Januari 2015 – 20:04 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor

 

"SENI BUDAYA NUSANTARA": “WILLIAM H. HARRISON” ( 1778 – 1841 ) PRESIDEN AM...: WILLIAM H. HARRISON (1773 – 1841)       “Satu-satunya hak yang sah untuk memerintah adalah adanya pernyataan pemberian keku...

Jumat, 16 Januari 2015

R A H W A N A



 
Rahwana (Foto: http://wayang.file.wordpress.com)
GOLEK RAHWA
Nama lain              :  Raawan; Rewana;  Ravan;  Dasamuka;  Dasagriwa;  Dasakanta;  Dasanana.
Golongan
               :  Rakshasa
Asa
l                        :  Kerajaan Alengka
Senjata
                  :  Gada,pedang,tombak,panah,danlain-lain.
Pasangan
              :  Mandodari

Dalam mitologi Hindu, Rahwana (Devanagari: रावण, IAST Rāvaa; kadangkala dialihaksarakan sebagai Raavana dan Ravan atau Revana) adalah tokoh utama yang bertentangan terhadap Rama dalam Sastra Hindu, Ramayana. Dalam kisah, ia merupakan Raja Alengka, sekaligus Rakshasa atau iblis, ribuan tahun yang lalu.
Rawana dilukiskan dalam kesenian dengan sepuluh kepala, menunjukkan bahwa ia memiliki pengetahuan dalam Weda dan sastra. Karena punya sepuluh kepala ia diberi nama “Dasamukha” (दशमुख, bermuka sepuluh), “Dasagriva” (दशग्रीव, berleher sepuluh) dan “Dasakanta” (दशकण्ठ, berkerongkongan sepuluh). Ia juga memiliki dua puluh tangan, menunjukkan kesombongan dan kemauan yang tak terbatas. Ia juga dikatakan sebagai ksatria besar.

Ibu Rahwana adalah Kekasi, seorang puteri Raja Detya bernama Sumali. Sumali memperoleh anugerah dari Brahma sehingga ia mampu menaklukkan para raja dunia. Sumali berpesan kepada Kekasi agar ia menikah dengan orang yang istimewa di dunia. Di antara para resi, Kekasi memilih Wisrawa sebagai pasangannya. Wisrawa memperingati Kekasi bahwa bercinta di waktu yang tak tepat akan membuat anak mereka menjadi jahat, namun Kekasi menerimanya meskipun diperingatkan demikian. Akhirnya, Rahwana lahir dengan kepribadian setengah brahmana, setengah rakshasa. Saat lahir, Rahwana diberi nama “Dasanana” atau “Dasagriwa”, dan konon ia memiliki sepuluh kepala. Beberapa alasan menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah pantulan dari permata pada kalung yang diberikan ayahnya sewaktu lahir, atau ada yang menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah simbol bahwa Rahwana memiliki kekuatan sepuluh tokoh tertentu.
Saat masih muda, Rahwana mengadakan tapa memuja Dewa Brahma selama bertahun-tahun. Karena berkenan dengan pemujaannya, brahma muncul dan mempersilakan Rahwana mengajukan permohonan. Mendapat kesempatan tersebut, Rahwana memohon agar ia hidup abadi, namun permohonan tersebut ditolak oleh Brahma. Sebagai gantinya, Rahwana memohon agar ia kebal terhadap segala serangan dan selalu unggul di antara para dewa, makhluk surgawi, rakshasa, detya, danawa, segala naga dan makhluk buas. Karena menganggap remeh manusia, ia tidak memohon agar unggul terhadap mereka. Mendengar permohonan tersebut, Brahma mengabulkannya, dan menambahkan kepandaian menggunakan senjata dewa dan ilmu sihir.

Setelah memperoleh anugerah Brahma, Rahwana mencari kakeknya, Sumali, dan memintanya kuasa untuk memimpin tentaranya. Kemudian ia melancarkan serangannya menuju Alengka. Alengka merupakan kota yang permai, diciptakan oleh seorang arsitek para dewa bernama Wiswakarma untuk Kubera, Dewa kekayaan. Kubera juga merupakan putera Wisrawa, dan bermurah hati untuk membagi segala miliknya kepada anak-anak Kekasi. Namun Rahwana menuntut agar seluruh Alengka menjadi miliknya, dan mengancam akan merebutnya dengan kekerasan. Wisrawa menasihati Kubera agar memberikannya, sebab sekarang Rahwana tak tertandingi.

Ketika Rahwana merampas Alengka untuk memulai pemerintahannya, ia dipandang sebagai pemimpin yang sukses dan murah hati. Alengka berkembang di bawah pemerintahannya. Konon rumah yang paling miskin sekalipun memiliki kendaraan dari emas dan tidak ada kelaparan di kerajaan tersebut.

Setelah keberhasilannya di Alengka, Rahwana mendatangi Dewa Siwa di kediamannya di gunung Kailasha. Tanpa disadari, Rahwana mencoba mencabut gunung tersebut dan memindahkannya sambil main-main. Siwa yang merasa kesal dengan kesombongan Rahwana, menekan Kailasha dengan jari kakinya, sehingga Rahwana tertindih pada waktu itu juga. Kemudian Gana datang untuk memberitahu Rahwana, pada siapa ia harus bertobat. Lalu Rahwana menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Siwa, dan konon ia melakukannya selama bertahun-tahun, sampai Siwa membebaskannya dari hukuman. Terkesan dengan keberanian dan kesetiaannya, Siwa memberinya kekuatan tambahan, khususnya pemberian hadiah berupa Chandrahasa (pedang-bulan), pedang yang tak terkira kuatnya. Selanjutnya Rahwana menjadi pemuja Siwa seumur hidup. Rahwana terkenal dengan tarian pemujaannya kepada Siwa yang bernama “Shiva Tandava Stotra”. Semenjak peristiwa tersebut ia memperoleh nama ‘Rahwana’, berarti “(Ia) Yang raungannya dahsyat”, diberikan kepadanya oleh Siwa – konon bumi sempat berguncang saat Rahwana menangis kesakitan karena ditindih gunung.  Dengan kekuatan yang diperolehnya, Rahwana melakukan penyerangan untuk menaklukkan ras manusia, makhluk jahat (asura – rakshasa – detya – danawa), dan makhluk surgawi. Setelah menaklukkan Patala (dunia bawah tanah), ia mengangkat Ahirawan sebagai raja. Rahwana sendiri menguasai ras asura di tiga dunia. Karena tidak mampu mengalahkan Wangsa Niwatakawaca dan Kalakeya, ia menjalin persahabatan dengan mereka. Setelah menaklukkan para raja dunia, ia mengadakan upacara yang layak dan dirinya diangkat sebagai Maharaja.  Oleh karena Kubera telah menghina tindakan Rahwana yang kejam dan tamak, Rahwana mengerahkan pasukannya menyerbu kediaman para dewa, dan menaklukkan banyak dewa. Lalu ia mencari Kubera dan menyiksanya secara khusus. Dengan kekuatannya, ia menaklukkan banyak dewa, makhluk surgawi, dan bangsa naga.

Selain terkenal sebagai penakluk tiga dunia, Rahwana juga terkenal akan petualangannya menaklukkan para wanita. Rahwana memiliki banyak istri, yang paling terkenal adalah Mandodari, putera Mayasura dengan seorang bidadari bernama Hema. Ramayana mendeskripsikan bahwa istana Rahwana dipenuhi oleh para wanita cantik yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Dalam Ramayana juga dideskripsikan bahwa di Alengka, semua wanita merasa beruntung apabila Rahwana menikahinya. Dua legenda terkenal menceritakan kisah pertemuan Rahwana dengan wanita istimewa.
  Wanita istimewa pertama adalah Wedawati, seorang pertapa wanita. Wedawati mengadakan pemujaan ke hadapan Wisnu agar ia diterima menjadi istrinya. Ketika Rahwana melihat kecantikan Wedawati, hatinya terpikat dan ingin menikahinya. Ia meminta Wedawati untuk menghentikan pemujaannya dan ia merayu Wedawati agar bersedia untuk menikahinya. Karena Wedawati menolak, Rahwana mencoba untuk melarikannya. Kemudian Wedawati bersumpah bahwa ia akan lahir kembali sebagai penyebab kematian Rahwana. Setelah berkata demikian, Wedawati membuat api unggun dan menceburkan diri ke dalamnya. Bertahun-tahun kemudian ia bereinkarnasi sebagai Sita, yang diculik oleh Rahwana sehingga Rama turun tangan dan membunuh Rahwana.
 
Setelah pos jaga para raksasa di Yanasthana dihancurkan oleh Rama dan Laksmana, berita tersebut disampaikan kepada Rahwana. Menteri Rahwana yang bernama Akampana menyarankan agar Rahwana mau menculik Sita, namun niat tersebut ditolak oleh Marica. Setelah adik perempuan Rahwana yang bernama Surpanaka mengadu bahwa dua orang kesatria telah melukainya, Rahwana marah besar. Ia segera menuju ke kediaman Marica untuk meminta bantuan, tanpa mempedulikan nasihat baik dari Marica. Setelah rencana disusun, Marica menyamar menjadi kijang kencana untuk mengalihkan perhatian Rama, sedangkan Rahwana menyamar menjadi seorang brahmana tua yang lemah. Ketika Rama dan Laksmana berada jauh, Rahwana segera menjangkau Sita, dan setelah itu Sita dibawa kabur. Sita disekap di taman Asoka, letaknya di dalam lingkungan istana Rahwana di kerajaan Alengka. Di sana, Rahwana berkali-kali mencoba merayu Sita namun tidak pernah berhasil.  Tindakan Rahwana mengundang kemarahan Rama. Dengan bantuan dari raja wanara bernama Sugriwa, Rama menggempur Alengka. Untuk mengantisipasi serangan Rama, Rahwana mengirimkan pasukan terbaiknya yang dipimpin oleh raksasa-raksasa kuat. Serangan pertama dilakukan oleh Hanoman pada saat ia datang ke Alengka sebagai mata-mata untuk menemui Sita. Dalam pertempuran tersebut, putera Rahwana yang bernama Aksayakumara gugur. Dalam pertempuran selanjutnya, para menteri dan kerabat Rahwana gugur satu persatu, termasuk Indrajit putera Rahwana dan Kumbakarna adik Rahwana.

Pada hari pertempuran terakhir, Rahwana maju ke medan perang sendirian dengan menaiki kereta kencana yang ditarik delapan ekor kuda terpilih. Ketika ia keluar dari Alengka, langit menjadi gelap oleh gerhana matahari yang tak terduga. Beberapa orang berkata bahwa itu merupakan pertanda buruk bagi Rahwana yang tidak menghiraukannya sama sekali. Pertempuran terakhir antara Rama dengan Rahwana berlangsung dengan sengit. Pada pertempuran itu, Rama menaiki kereta Indra dari sorga, yang dikemudikan oleh Matali. Setiap Rama mengirimkan senjatanya untuk menghancurkan Rahwana, raksasa tersebut selalu dapat bangkit kembali sehingga membuat Rama kewalahan. Untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata Brahmastra yang tidak biasa. Senjata tersebut menembus dada Rahwana dan merenggut nyawanya seketika.

Salah satu versi Ramayana menceritakan bahwa Rahwana tidak mampu dibunuh meski badannya dihancurkan sekalipun, sebab ia menguasai ajian Rawarontek serta Pancasona. Untuk mengakhiri riwayat Rahwana, Rama menggunakan senjata sakti yang dapat berbicara bernama Kyai Dangu. Senjata tersebut mengikuti kemana pun Rahwana pergi untuk menyayat kulitnya. Setelah Rahwana tersiksa oleh serangan Kyai Dangu, ia memutuskan untuk bersembunyi di antara dua gunung kembar. Saat ia bersembunyi, perlahan-lahan kedua gunung itu menghimpit badan Rahwana sehingga raja raksasa itu tidak berkutik. Menurut cerita, kedua gunung tersebut adalah kepala dari Sondara dan Sondari, yaitu putera kembar Rahwana yang dibunuh untuk mengelabui Sita. Versi ini ditampilkan oleh R. A. Kosasih dalam komik Ramayana karyanya.

Rahwana memiliki banyak kerabat dan saudara yang disebutkan dalam Ramayana. Karena sulit menemukan data-data mengenai mereka selain Ramayana, tidak banyak yang diketahui tentang mereka. Menurut Ramayana, ibu Rahwana adalah puteri seorang Detya bernama Kekasi, menikahi seorang pertapa bernama Wisrawa. Rahwana memiliki kakek bernama Pulastya, putera Brahma. Dari pihak ibunya, Rahwana memiliki kakek bernama Sumali, dan ia memiliki paman bernama Marica, putera Tataka, saudara Malyawan. Rahwana memiliki tiga istri, dan tujuh putera.
Tujuh putera Rahwana yaitu:

1. Indrajit alias Megananda
2. Prahasta
3. Atikaya
4. Aksa alias Aksayakumara
5. Dewantaka
6. Narantaka
7. Trisirah

Selain itu, Rahwana memiliki enam saudara laki-laki dan dua saudara perempuan. Saudara-saudaranya tersebut terdiri dari tiga saudara kandung dan lima saudara tiri. Saudara-saudara Rahwana yaitu:

1. Kubera, kakak tiri Rahwana, lain ibu namun satu ayah. Raja Alengka sebelum Rahwana. Ia merupakan dewa penjaga arah   utara, sekaligus dewa kekayaan.

2. Kumbakarna, adik kandung Rahwana. Rakshasa yang tidur selama enam bulan dan bangun selama enam bulan karena anugerah Brahma.

3. Wibisana, adik kandung Rahwana. Penasihat di Kerajaan Alengka.

4. Kara, adik tiri Rahwana. Raja dan pelindung perbatasan Alengka yang bernama Janasthan atau Yanasthana di Chitrakuta.

5. Dusana, adik tiri Rahwana. Patih di Yanasthana.

6. Ahirawana, adik tiri Rahwana. Raja di Patala.

7. Kumbini, adik tiri Rahwana. Istri rakshasa Madhu, ibu dari Lawanasura.

8. Surpanaka, adik kandung Rahwana. Rakshasi yang tinggal di Yanasthana, dilukai oleh Laksmana. Ia mengadu kepada Kara dan Rahwana, dan merupakan biang keladi yang menyebabkan permusuhan antara Rama dan Rahwana.
 
(http://wayang.wordpress.com)

Sabtu, 17 Januari 2015 - 12:18 WIB
Slamet Priyadi 
Di Pangarakan Bogor