Kamis, 15 Januari 2015

"JOHN QUINCY ADAMS” ( 1767 – 1848 ) PRESIDEN AMERIKA SERIKAT KEENAM


John Quincy Adams Pres A.S. Ke 6 1767 - 1848 (Foto: SP)
JOHN QUINCY ADAMS (1767 – 1848)

 “Tujuan besar lembaga pemerintahan sipil adalah perbaikan nasib rakyat yang merupakan kelompok dari kesatuan masyarakat . . . .”
—Pidato di depan Kongres, tahun 1825.—

Diahirkan :
Di Braintree, Massachusetts 1767

Pendidikan :
Lulusan Harvard, tahun 1787

Kawin :
Dengan Louisa Catherine Johnson, 1797

Karier :
     Sekretaris pada Kedutaan A.S. di Rusia, 1781
     Ahli Hukum, 1791 
     Duta untuk Belanda, 1794
     Duta untuk Berlin, 1797 – 1801
     Senator A.S. 1803 - 1808
     Duta untuk Rusia, 1809 – 1811
     Komisaris Perdamaian di Ghent, 1814
     Menteri Luar Negeri,  1817 – 1825
     Presiden, 1825 – 1829
     Anggota Kongres, 1831 – 1848

Meninggal :
Di Washington D.C.  pada tanggal 23 Pebuari 1848

James Monrou adalah tokoh ningrat terakhir daerah Selatan dari Dinasti Virginia.  Orang yang menggantikannya adalah tokoh ningrat terakhir daerah Utara dari Dinasti Massachusetts yaitu keluarga Adams dari Braintree.  Karena John Quincy Adams, walaupun tidak dilahirkan berdarah ungu, tetapi berdarah merah, putih dan biru.  Dia biasa saja tumbuh danhidup di desanya.  Sebagai anak laki-laki dia menyaksikan pertempuran di Bukit Bunker, dari satu bukit dekat rumahnya.  Pada usia 14 tahun dia bertugas sebagai Sekretaris pada perjanjian yang mengakhiri Revolusi.  Kemudian dia menduduki jabatan-jabatan lebih banyak lagi dibanding dengan presiden-presiden sebelumnya.

Sebagai satu-satunya putra Presiden yang pernah menduduki jabatan itu, John Quincy mengikuti suatu karier yang mirip sekali dengan karier bapaknya:  dua-duanya merupakan duta-duta yang berhasil dan sebagai Komisaris waktu damai di Eropa; dua-duanya terpilih menjadi Presiden hanya untuk satu masa jabatan; dua-duanya terlihat dalam pertentangan partai dan bertahun-tahun menduduki White House dengan hasil yang sangat kurang.

Sebagai orang yang gemar belajar dan suka bertingkah, Adams lebih berhasil sebagai diplomat dan negarawan daripada sebagai politikus.  Sebagai Menteri Luar Negeri di zaman Monroe dia berunding dengan Spanyol mengenai Florida dan dialah yang bertanggung jawab atas dokumen yang terkenal dengan nama DOKTRIN MONROE.

Dalam pemilihan luar biasa tahun 1824 empat calon Demokrat—Republik bertarung untuk menjadi Presiden.  Andrew Jackson menerima hampir 50,000 suara melebihi Adams, tetapi kurang dari suara mayoritas yang diperlukan.  Keputusan selanjutnya terserah pada DPR, dan ketika Henry Clay mengumumkan sokongannya kepada Adams.  DPR memilih John Quincy Adams.  Jackson merasa tertipu.  Pertentangan keras yang timbul antara Jackson dan Adams merusak pemerintahan Adams dan akhirnya membawa mereka ke dalam dua partai yang terpisah; Adams dengan Republik Nasionalnya, Jackson dengan Demokratnya.

Adams lebih berhasil dalam Kongres, dia menjadi anggota selama 17 tahun.  Di sana dia terkenal dengan pengabdiannya memerangi “praktek patgulipat” (gag rule) yang menghalangi Kongres mempertimbangkan petisi anti perbudakan.  Sesudah 14 tahun berjuang barulah akhirnya dia berhasil.  Tetapi pengabdiannya tidak akan berakhir, kecuali setelah dia jatuh pingsan di lantai Kongres tahun 1848,  enam puluh enam tahun sesudah dia sejak pertama kali mengabdi negerinya di sisi bapaknya.  Penduduk Amerika Serikat selama pemerintahan John Quincy Adams tahun 1825 sebanyak 11,252,237 jiwa, dan tahun 1829 berjumlah 12,565,145 jiwa.

Pustaka:
Vincent Wilson Jr. 1982. “The Book Of The Presidents”
“Presiden-Presiden Amerika Serikat”
Alih Bahasa
oleh Drs. Abdullah Amry
Penerbit Mutiara Jakarta – Cetakan kedua 1982

senin, 12 Januari 2015 – 20:42 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar