Senin, 10 Januari 2011

AJIAN PANCASONA By Slamet Priyadi

Golek Dasamuka
Rabu,12 Januari2011.Denmaspriyadi.blogspot.com: Dalam cerita pewayangan, konon cuma Prabu Dasamuka saja yang memiliki ajian Pancasona. Ajian Pancasona ini teramat sakti sehingga bagi siapa saja yang memilikinya dia akan disegani dan ditakuti baik oleh kawan maupun lawan. Menurut cerita, karena teramat saktinya ajian Pancasona ini, bagi orang yang memiliki ajian ini, jasadnya tidak bisa membusuk dan ia tidak bisa dibunuh karena mempunyai nyawa rangkap. Bagian tubuh yang sudah terpisah atau terpotong akan tersambung kembali setelah menyentuh bumi. Akan tetapi jika bagian tubuh yang terpotong-potong tersebut dipisahkan dengan air atau sungai bagian tubuh yang terpisah tidak bisa bersatu kembali mati selamanya. 

Syarat bagi orang yang ingin menguasai ajian Pancasona ini sangat berat yaitu:

·    Puasa Senin dan Kamis selama 7 bulan di bulan Syuro
·    Pusa mutih selama 21 hari
·    Pati geni semalaman dan dilanjutkan dengan ngebleng selama satu malam                                              

Selama menjalani puasa setiap selesai sholat fardhu, diharuskan membaca dan melafalkan mantranya sebanyak 40 kali. Setelah syarat-syaratnya sudah mampu dijalani dengan mulus, setiap hari diharuskan mengamalkan mantranya sehari 1 kali.

Berikut adalah rapalan mantra aji Pancasona:

“Bismillahirrohmanirrohim... niat ingsun matek aji Pancasona, ono wiyat jroning bumi. Suryo murub ing bantolo, bumi sap pitu anelehi sabuwono, rahino tan keno wengi, urip tan kenoning pati... yo ingsun pangawak jagat, mati ora mati tinceng geni tanpo kukus, ceng... cleleng, ceng...cleleng, kesonggo ibu pertiwi, aku tangi, mustiko lananging joyo, yo aku si Pancasona, retune nyowo sakelir”. 

Pantangan yang harus dilakukan dan jangan sekali-kali dilanggar adalah, tidak boleh sombong, tidak boleh merusak pagar ayu atau mengambil istri orang, patuh dan taat pada orang tua. Jika pantangan tersebut dilanggar, maka kesaktian ajian Pancasona akan lenyap dan pupus dengan sendirinya.

Selasa, 11 Januari 2011
Slamet Priyadi di Lido-Bogor

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar