Kamis, 14 Maret 2013

Harimau Aneh Resahkan Warga Jambi - Yahoo! News Indonesia

TEMPO.CO , Jambi - Dugaan sementara harimau yang telah menyebabkan satu orang meninggal dan empat luka-luka di Provinsi Jambi, mengidap kelainan atau penyakit aneh.

"Dugaan sementara mengidap sakit dibagian saraf. Ini dilihat dari perilakunya berbeda dari harimau liar umumnya. Contohnya, cara jalan berlenggak-lenggok, tidak berlari. Ketika ketemu manusia juga hanya melukai dengan mencakar, bukan memakan," kata dokter hewan Wisnu, juga merupakan praktisi satwa liar kepada wartawan di Jambi, Kamis, 14 Maret 2013.

Menurut Wisnu, kondisi yang sama juga pernah terjadi di beberapa negara lain seperti Rusia, kawasan Siberia dan Vietnam. "Walau demikian, untuk mengetahui secara pasti penyakit yang diidap harimau ini, perlu dilakukan penangkapan untuk kemudian dicek secara medis," katanya.

Dugaan lain, harimau yang telah meresahkan warga itu tertulah penyakit akibat memakan satwa yang sakit. "Ini baru dugaan sementara, untuk memastikan ada penyakit atau tidak, sekali lagi harus ditangkap dan dicek secara medis," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Jambi, Trisiswo, mengakui upaya perburuan tim BKSDA sudah berlangsung satu setengah bulan sejak pertama kali laporan kemunculan harimau Sumatera dikawasan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Tim buru juga telah menyisir kawasan tiga kabupaten di Jambi yang didasarkan adanya kemunculan harimau hingga melukai warga. "Berdasarkan pantauan terakhir, harimau ini terakhit terpantau di daerah Mestong, Kabupaten Batanghari," ujarnya.

Diakui Trisiswo, banyak laporan palsu yang justru menjurus ke isu-isu tidak benar akan keberadaan harimau liar masuk pemukiman warga Jambi tersebut.

Akibatnya, tim buru di lapangan kesulitan untuk melacak, bahkan diakuinya juga tim buru kehilangan jejak. "Kami mengimbau warga jangan mudah terpancing isu-isu tidak benar. Pasti harimau berkeliaran hanya satu ekor, bukan 16 ekor seperti informasi berkembang di masyarakat," katanya.

Sebagaimana diketahui, seekor harimau Sumatra masuk ke pemukiman warga di daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan melukai seorang petani sawit di daerah itu. Selang beberapa hari, kemunculan harimau menggegerkan warga Batanghari yang juga melukai salah seorang warga. Total ada lima korban akibat konflik manusia-harimau, satu diantaranya meninggal dunia sejak satu setengah bulan terakhir.

Upaya menangkap harimau yang diduga mengidap sakit aneh itu, BKSDA Jambi menggandeng petugas dari Taman Safari Indonesia, Tim HarimauKita serta beberapa organisasi pemerhati satwa dan lingkungan.
SYAIPUL BAKHORI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar