Kamis, 29 Maret 2012

Minyak Turun Karena IEA Suarakan Kekhawatiran Pertumbuhan

Jumat, 30 Maret 2012 - New York (ANTARA/AFP) - Harga minyak turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), didorong lebih rendah oleh komentar Badan Energi Internasional yang meninggalkan pintu terbuka untuk negara-negara memanfaatkan cadangan minyak strategis mereka guna meredam harga.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, merosot 2,63 dolar AS menjadi mengakhiri sesi di 102,78 dolar AS per barel.
Di perdagangan London, minyak mentah Brent North Sea untuk Mei menetap di 122,39 dolar AS per barel, turun 1,77 dolar AS dari tingkat penutupan Rabu.
IEA, yang mengkoordinasi sebuah pelepasan darurat cadangan strategis oleh 28 negara anggotanya, mengatakan, sedang memantau perkembangan pasar "dan kami tetap siap untuk bertindak jika kondisi pasar menghendakinya."

"Pasar minyak telah mengetat dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak mentah sangat tinggi lagi, dan harga bensin telah mencapai tingkat rekor tertinggi di beberapa negara anggota," kata direktur eksekutif IEA Maria van der Hoeven dalam sebuah pernyataan.
"Badan Energi Internasional, seperti banyak yang lainnya, mengkhawatirkan dampak dari tingginya harga sementara pemulihan ekonomi global masih rapuh."

Analis GFT Markets, Fawad Razaqzada mengatakan bahwa "penjual terus mendominasi karena investor mempertimbangkan kemungkinan pelepasan cadangan strategis oleh AS dan negara maju lainnya."

"Ini akan membantu meredam harga dalam jangka pendek dan mengurangi tekanan pada para pemimpin politik, yang sudah mendapat kecaman dari konsumen karena biaya bahan bakar melambung."

Para pejabat pemerintah Prancis menambah kemunduran pasar pada Rabu melalui sinyal Prancis bekerja dengan Amerika Serikat dan Inggris membujuk IEA untuk memungkinkan mereka memanfaatkan cadangan mereka guna menurunkan harga tinggi.
"Ini keterlaluan," kata Phil Flynn dari PFG Best.
"Ini dilakukan murni untuk tujuan politik," katanya sambil menunjuk kampanye presiden yang sedang berlangsung di Amerika Serikat dan Prancis.(ar)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar