Sabtu, 07 Desember 2013

Perayaan Natal Dilaksanakan Sejak 336 SM


Pohon dan kado Natal

Kita Semua Wayang – Minggu, 08 Desember 2013 – Tahukah anda bahwa perayaan Natal sudah dilakukan sejak ribuan tahun silam. Hal ini sebagai mana menurut catatan Wikipedia, Natal untuk pertama kali  dirayakan pada tahun 336 SM (Sesudah Masehi). Menurut kalender Romawi kuno, yaitu jatuh pada 25 Desember. 

Pada perayaan Natal yang pertama, masyarakat Romawi menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal, terutama pada akhir tahun 300-an Masehi, setelah agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.

Pada tahun 1100 Natal telah menjadi perayaan keagamaan terpenting di banyak negara Eropa, dengan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Hari Natal semakin tenar hingga masa Reformasi, suatu gerakan keagamaan di tahun 1500-an. Gerakan ini kemudian melahirkan agama Protestan.
Pada masa Reformasi, mayoritas orang Kristen pada waktu itu menganggap Hari Natal sebagai hari raya kafir karena mengikutsertakan kebiasaan tanpa dasar keagamaan yang sah. Oleh karena itu tahun 1600-an, Natal dilarang di Inggris dan di Amerika, terutama di daerah yang masih termasuk koloni Inggris. Akan tetapi masyarakat tetap melanjutkan tradisi kebiasaan masyarakat Romawi seperti  menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah atau kado.

Pada tahun 1800-an, ada dua kebiasaan baru yang dilakukan pada hari Natal, yaitu menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada sanak saudara dan teman-teman. Di Amerika Serikat, Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha untuk saling memberi. Sejak tahun 1900-an, perayaan Natal bahkan menjadi semakin penting untuk berbagai aktivitas bisnis, sampai sekarang.

Sumber:
Wikipedia/MLA
Top of Form


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar